Chapter one: Malam Pertama Mas Kipli Yang Menegangkan

23.13


Malam Pertama Mas Kipli

Cerita Lucu Pelajar

 

Malam itu adalah malam pertama bulan Ramadhan, Kipli dengan antusias mengambil peci dan memakai sarung (kotak-kotak yang ditengahnya ada kembangnya dan didalam kembangnya ada kotaknya lagi yang terdapat tulisan “Tirai 1”). Sebelum sempat melangkahkan kaki menuju masa depan yang cerah, langkahnya terhenti oleh suara lengkingan keras.


“Kip … tumben baru adzan Isya’ udah siap-siap pakai sarung. Apa gak kepagian kalau mau nyolong jambu? Lha kreseknya mana?”. Sahut Emak Kipli.
“Eh Mama ini, sama anak sendiri kok Oskadon, eh suudon. Lha emak gak inget ya ini malam apa?”
“Lha emangnya kamu ulang tahun ya? Atau mungkin ini hari anniversary khitanan mu?”. Sambit Bapak Kipli.
“Jedug-jedug-jedag-jedug you know me so well… (suara efek dari jantung maknya Kipli)”
“Maaf pak, anda gagal membawa pulang hadiah senilai dua juta rupiah. Jawaban yang benar adalah Malam satu Ramadhan.” Jawab Kipli dengan nada bijak.
“Wah gak bisa fifty-fifty ya. Ya udah sana, ayo cepat berangkat… Nanti pas balik jangan makai sandal orang ya!!! Wong kemarin aja malah ngambil merk swallo palsu kok.”

Sesampainya di Masjid, (setelah mengitari musholaa-mushola untuk observasi Imam mana yang paling ringan tangan dan cepat langkah kakinya) ternyata Ia mendapat shaf yang paling depan, bisa dikatakan ini adalah sebuah keajaiban yang tak disangka-sangka.
Seperti dugaannya Imam ini Tarawihnya hanya 20 menit, doanya yang lama 20 menit juga. Dan waktu yang ditunggu-tunggu akhirnya datang, Imam mulai membaca doa “Robbana Aatina Fi ddunya…”. Dalam hati ia berbisik halus, “Akhirnya…”. Tetapi ternyata, sang Imam tidak melanjutkan dengan “Alhamdulillahi Robbil ‘Alamin…”, tetapi meneruskan doanya lagi. Kipli menggerutu dalam hatinya, “Pandai juga ia melakukan manuver politik”.

Dan akhirnya selesai juga, tetapi bagaikan jatuh tertimpa tangga lalu tertimpa pinang dibelah dua lalu terjedot tahi kucing rasa coklat, terrnyata sang Imam langsung memegang mikropon dan mulai membuka kitabnya. Ternyata observasinya kurang cermat, di Masjid itu selepas Tarawih diadakan Kajian Kitab “Talimul Mutaallim”.

Kipli merogoh-rogoh sakunya berharap menemukan baling-baling bambu agar bisa keluar dari kerumunan yang duduknya sangat rapat itu, atau setidaknya mendapat sebuah bom asap agar bisa digunakan untuk mengusir nyamuk yang mulai menggroti sekujur tubunhnya.

Akhirnya ngaji dimulai, Kipli-pun terpaksa mendengarkan ceramah pak kyai tersebut. Di sela-sela pembahasan Kipli sempat meyuguhi beberapa pertanyaan (bukan ‘melempar pertanyaan’,Masa kyai dilempari?).

Sesampainya di rumah, Kipli langsung mencatat poin-poin diskusi di buku Diari nya
“Malam 1 Ramadhan 2017, aku mendapat pengalaman dan pelajaran berharga dari pak Kyai yang biasanya hanya kulihat ketika hari Jumat dan hari Raya…
Langsung saja, Cekidot…
Dawuh Pak Kyai: “Mushonnif (Pak Shon) mengarang kitab ini dengan mulai membaca Bismillah lalu membaca Hamdalah dan kemudian Sholawat pada Nabi. Jangan sampai ketika melakukan sesuatu kita lupa membaca basmalah, membaca basmalah itu berarti ketika melakukan sesuatu tujuan kita ya hanya Allah,bukan yang lain, serta sebagai minta tolongnya kita kepada Allah. Lalu hamdalah berarti kita ingat bahwa semua pekerjaan bisa terjadi dan sukses karena rahmat Allah, lalu jangan lupa sholawat agar kita juga dapat syafaat dari Kanjeng Nabi Muhammad”.
Saya bertanya,: “Pak Kyai,kalau mau ngelakuin maksiyat boleh nggak diawali dengan bismilah? Kan kalau maksiyatnya dipinang sama Bismillah kan biar dosanya gak dicatata malaikat?
Pak Kyai: Wah itu mah sama saja sama make celana di kepala, trrus mondar-mandir keliling kampung gak pake celana. Make celana itukan baik, tapi jika salah penempatannya jadinya malah dobel salahnya. Salah karna gak pake celana, dan salah karna malah dipake di kepala. Paham?
Saya: Oh gitu yah pak Kyai, berarti dosanya malah berlipet-lipet ya….

Kipli lalu meletakkan buku hariannya di bawah bantal (mungkin berharap kalau bangun diganti sama uang, *efek kebanyakan nonton Tom N Jerry) lalu tidur dengan tenang.
Previous
Next Post »
0 Komentar