Kucing tak berperikemanusiaan, Atau Manusia tak berperi”kekucingan”?

00.26

Kucing tak berperikemanusiaan, Atau Manusia tak berperi”kekucingan”?


Manusia Bejat
Dalam  beberapa minggu ini  ada kucing yg sering datang minta makan ke rumah( panggil saja Mawar, nama samaran). Wong namanya kucing wedok ya datangnya sepaket yakni dalam keadaan meteng (hamil) tanpa diketahui siapa dalangnya, DASAR KUCING MURAHAN!!! (Lha wong dijual gak laku, dikasihke orang gak ada yang mau). Dan sekarang ini ia sudah mempunyai dua jabang bayi. 


Setiap orang pasti ngerti kalau kucing punya anak, pasti anaknya sering dipindah-pindah ke rest area ternyaman dan terbersih menurut versinya hanya untuk sang buah hati tercinta. Dan biasanya setelah manak, kerjaannya Simbok Cuma dua yaitu cari makan sama ngelonin baby, adapun masalah cari bojo lagi wis gak dipikirkan, apalagi sampai mikirke beli kosmetik, nyandang dll.

Saya tidak tahu, apakah si Simbok ini gak pernah mikir (mungkin ketika sedang berak atau ngrumpi sama kucing tetangga) kalau anak-anaknya ini kelak gak bisa manfaati sama sekali, gak bisa ngrawat dia saat tua dan sakit-sakitan, gak bisa ngebiyain dia naik haji apalagi ngedoain dia nanti pas sudah mati. Tapi kok ya masih di telateni…

Mungkin sesekali si Simbok ini perlu mikir kayak sebagian manusia, kalau anak yang lahir diluar pernikahan itu harusnya dibuang kekali, anak yang suka ngrepotin itu pantesnya digamparin, anak yang bodoh itu gak perlu dimanjain dll. Atau mungkin manusia yang harus berpikir kaya kucing? pokoke konsepnya kucing itu bahwa kasih sayang itu tentang apa yang bisa kita beri, bukan tentang apa yang bisa kita terima; dan tentang memberi manfaat bukan mencari manfaat.

Ya apapun itu, kasih sayang kucing ke anaknya itu hanya pecahan dari satu persen rahmat Allah yang diletakkan di dunia. Yang 99 persen lagi entah seperti apa uenaaaake… yang terpenting itu kamu harus sayang sama aku beb, seperti kucing menyayangi anaknya…
Previous
Next Post »
0 Komentar