Kitab Talim Awal Sebuah Peradaban

23.07


Ta’lim Muta’allim Kunci Awal Peradaban


“Kamu mau ngaji apa?, Sudah pernah ngaji kitab Ta’lim belum?” kata pak Kyai kepada calon santrinya. Lah kenapa kok yang ditanyain malah kitab Ta’limul Muta’allim dulu ya? Kenapa kok gak kitab-kitab yang lain? Ada hikmah apakah dibalik peristiwa ini? Apa istimewanya kitab Ta’lim al-Muta’allim?

Sebelumnya saya akan menggambarkan kenapa penting bagi kita mempelajari kitab Talim? Kenapa harus mengerti mengenai metode belajar?
Pentingnya Adab
Qoute Imam Syafii


Apa Pentingnya belajar kitab Ta’limul Muta’allim?

Seberapa seringkah anda mendengar berita ada guru yang dilaporkan oleh muridnya ke kantor Polisi? Seberapa seringkah anda mendengar berita adanya bullying di sekolah-sekolah bahkan sekolah dasar? Seberapa seringkah anda mendengar anak-anak SMA bahkan SMP yang hamil di luar nikah? Seberapa seringkah anda mendengar berita kasus korupsi?

Yah sangat sering, sampai-sampai rasa iba dalam hati ini hampir habis karena sudah terlalu bosan melihatnya. Sampai-sampai peristiwa tersebut tak mampu membuat kita untuk sekedar menghela nafas panjang dan mengucapka “Astagfirullah”.
Siapa yang salah? Orang tua yang tak mampu mendidik? Guru yang kurang sabar? Teman-teman pergaulan yang mempengaruhi? Aparat Polisi yang kurang tanggap? Pemerintah yang kurang responsif?  Ataukah Ulama yang ceramahnya membuat ngantuk?

Tidak, yang salah adalah Saya. Kenapa Saya? Karena Saya sebagai orang yang lebih dewasa tidak mampu memberikan contoh baik apalagi berupa ceramah-ceramah. Karena saya tidak bisa menjadi kawan yang menyenangkan sehingga mereka lari kepada pergaulan yang buruk. Karena saya tidak pernah memanjatkan doa untuk mereka agar dikarunia ilmu dan akhlak

Yups. Pada umumnya sekolah hanya mengajarkan ilmu tanpa membekali dengan agama yang kuat dan juga akhlak yang baik, sehingga mereka justru menjadi wong pinter yang keblinger. Mereka tidak pernah memperhatikan bagaimana proses yang benar dalam mencari ilmu –yakni harus disertai adab- , yang mereka cari hanya hasilnya saja.

Pada kitab Ta’lim Muta’allim karya Syekh Az-Zarnuji ini hal yang paling ditekankan adalah adab dari pembelajar tersebut. Ibaratnya beliau itu menunjukkan jalan yang benar kepada para penuntut ilmu yang harus dilaluinya agar mencapai ilmu yang berkah dan dapat bermanfaat dengan ilmunya. Orang kampung yang tidak pernah pergi ke Jakarta tidak akan sampai ke Jakarta jika enggan bertanya, gak punya peta, gak punya hp, bahkan gak punya celana. Yah kaya gitu lah, tujuan dunia yang remeh saja harus tahu caranya, apalagi ilmu bray, tujuan agung ini!!! Yah pasti lebih butuh lah…

Kenapa sih Mbah Zarnuji ngarang Kitab Ta’lim?



Tentunya Mbah Zarnuji gak kepengen populer, gak pengen kaya, dan gak pengen di anggap alim karena ngarang kitab ini. Lalu apa tujuannya?

Sebagaimana diungkapkan dalam Mukaddimahnya, Mbah Zarnuji mengarang kitab ini karena kebutuhan mendesak sak…sak… dari masyarakat. Beliau itu prihatin karena banyak banget yang nyari ilmu, tapi kok banyak juga yang hasilnya gak sesuai harapan atau bahkan gak dapat hasil apa-apa, apa lagi sampai dapat menularkannya ke student-student lain.
Lah pada zaman Mbah Zarnuji aja gitu, apalagi JAMAN NOW???
Previous
Next Post »
0 Komentar